<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PUI JABAR</title>
	<atom:link href="http://puijabar.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://puijabar.com</link>
	<description>Persatuan Ummat Islam Jawa Barat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 05:03:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mau ke Mana PUI Jabar Kini</title>
		<link>http://puijabar.com/mau-ke-mana-pui-jabar-kini</link>
		<comments>http://puijabar.com/mau-ke-mana-pui-jabar-kini#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 04:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puijabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita PW]]></category>
		<category><![CDATA[Intisabi]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>
		<category><![CDATA[pw]]></category>
		<category><![CDATA[pw pui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Pimpinan Wilayah PUI Jabar mengalami perubahan pasca Muswil di Jatinangor bulan Maret 2011 lalu. Di level “operasional program” atau pimpinan harian, kepengurusan baru PW PUI<br /><br /><a href="http://puijabar.com/mau-ke-mana-pui-jabar-kini">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pimpinan Wilayah PUI Jabar mengalami perubahan pasca Muswil di Jatinangor bulan Maret 2011 lalu. Di level “operasional program” atau pimpinan harian, kepengurusan baru PW PUI Jabar kini di bawah pimpinan HM. Iding Bahrudin.</p>
<p>Pengurus baru tentu ada perubahan suasana sekaligus perubahan program dan arah kebijakan, dengan tetap berpegang pada <em>khittah</em> PUI sebagai ormas pendidikan dan dakwah.</p>
<p>Jamaah PUI Jabar tentu mengharapkan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Formula standarnya: mempertahankan yang sudah berjalan baik, meningkatkannya, dan mengoreksi dan memperbaiki kekurangan yang ada.</p>
<p>PUI Jabar menjadi barometer kemajuan PUI secara nasional. Pasalnya, Jabar merupakan basis dan tempat lahir PUI. PUI Jabar pula yang paling dinamis dan jamaahnya paling besar.</p>
<p>Banyak persoalan yang masih dihadapi PUI Jabar. Mulai dari pemahaman jati diri PUI, komitmen SDM, militansi kader, pengokohan struktur, lembaga pendidikan, kejelasan aset-aset wakaf PUI, dan sebagainya.</p>
<p>PUI periode kepemimpinan H. Djadja Djahari kegairahannya mulai terlihat. Tapi belum menyeluruh pada setiap pengurusnya. Prestasi di akhir periodenya, PUI telah memiliki<br />
sekretariat. Tetapi masih cukup banyak agenda PUI Jabar yang belum menyentuh pada persoalan inti PUI.</p>
<p>Menghadapi kompleksnya persoalan PUI, tidak cukup mengandalkan kekuatan personal, tapi harus ada kekuatan kerja kolektif (<em>amal jama’i</em>) dalam menyelesaikannya.  Itulah yang menjadi tantangan pengurus PUI Jabar sekarang.</p>
<p>Sebuah organisasi menjadi sangat penting menjadikan wacana perubahan sebagai semangat gerakannya. Wacana perubahan ini tengah melanda berbagai institusi di dunia, seperti perusahaan (corporate), pemerintah (government). Semangat yang sama seharusnya dapat diadopsi oleh ormas-ormas yang ada. Dengan kata lain, menciptakan kultur organisasi pembelajar akan terasa penting menghadapi berbagai<br />
tantangan globalisasi.</p>
<p>Memasuki era digital akan menjadikan kita berkembang pesat atau mundur ditinggalkan sekadar menjadi fosil sejarah. Tokoh-tokoh PUI khususnya pada tingkat daerah sudah cukup banyak yang telah memenuhi panggilan Allah. PUI di tingkat daerah sudah harus secepatnya mulai menyiapkan dan menyegarkan estafet<br />
kepengurusan.</p>
<p>Sebuah organisasi dapat dikatakan sehat jika dia dapat melakukan metabolisme (pergantian) kepemimpinan secara sehat dan teratur.</p>
<p>PUI perlu mengaktualisasikan jati dirinya. Konsep jati diri PUI harus mampu mengantisipasi dan menangkap peluang perubahan zaman. Konsekuensi perubahan seringkali disalahpahami, bahkan mendapat tantangan. Sebagaimana negeri ini, ketika reformasi bergulir dan perubahan itu menjadi agenda bersama, status quo mengalami kepanikan untuk menerima perubahan itu.</p>
<p>Insya Allah PUI sebagai organisasi gerakan dakwah, selalu meyakini bahwa dinamika perubahan di PUI harus selalu hidup. Perubahan untuk melakukan inovasi-inovasi baru.</p>
<p>Kerja-kerja organisasi dakwah modern, harus mampu meramu tantangan dan peluang menjadi energi kebangkitan PUI. Warga PUI Jabar telah lama menanti akan dibawa ke mana perubahan PUI. Negeri ini telah melakukan reformasi. PUI akan bersama-sama mengikuti arah perubahan itu atau ditingggalkan oleh perubahan. <em>Wallahu a’lam. (Pengantar Laporan Utama Majalah INTISABI edisi 7, November 2011. By ASM. Romli)</em><strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/mau-ke-mana-pui-jabar-kini/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BATIC Gelar Diklat Jurnalistik Angkatan 24</title>
		<link>http://puijabar.com/batic-gelar-diklat-jurnalistik-angkatan-24</link>
		<comments>http://puijabar.com/batic-gelar-diklat-jurnalistik-angkatan-24#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 11:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>romeltea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[batic]]></category>
		<category><![CDATA[diklat jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[icmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Balai Jurnalistik ICMI Jabar (BATIC) menerima anggota baru angkatan 23 untuk mengikuti pelatihan jurnalistik atau training kewartawananan dan kepenulisan. Pendaftaran mulai sekarang hingga pembukaan Angkatan<br /><br /><a href="http://puijabar.com/batic-gelar-diklat-jurnalistik-angkatan-24">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puijabar.com/batic-gelar-diklat-jurnalistik-angkatan-24/batic" rel="attachment wp-att-237"><img class="alignleft size-medium wp-image-237" title="batic" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2012/01/batic-200x137.jpg" alt="" width="200" height="137" /></a>Balai Jurnalistik ICMI Jabar (BATIC) menerima anggota baru angkatan 23 untuk mengikuti pelatihan jurnalistik atau training kewartawananan dan kepenulisan. Pendaftaran mulai sekarang hingga pembukaan Angkatan 24<img title="More..." src="http://icmijabar.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /> –sekitar akhir Februari atau awal Maret 2012.</p>
<p>Biaya pendaftaran/diklat hanya Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) per peserta. Pelatihan digelar tiap hari Sabtu, Pkl. 13.00-16.00 WIB di Gedung Bumi Madani ICMI Orwil Jabar Jln. Cikutra 276-D Bandung, Tlp. (022) 7206964.<img title="More..." src="http://baticnews.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>Materi pelatihan antara lain dasar-dasar jurnalistik, bahasa jurnalistik, jurnalistik online, teknik reportase, manajemen media, jurnalistik radio, teknik menulis berita, artikel, dan feature, serta media visit.</p>
<p>Instruktur pelatihan terdiri dari kalangan praktisi dan akademisi, seperti Prof. Dr. Asep S. Muhtadi, Drs. AS Haris Sumadiria, M.Si, ASM. Romli (Kang Romel), Eriyanti ND (<em>Pikiran Rakyat</em>), Sarnapi <em>(PR</em>), Arif Permadi (<em>Tribunjabar</em>), juga dari <em>Republika, Kompas, Media Indonesia, Trijaya Network</em>, dll.</p>
<p>Informasi dan pendaftaran di Sekretariat BATIC , Bumi Madani ICMI Jabar Jln. Cikutra 276-D Bandung Tlp. (022) 720 6964.*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/batic-gelar-diklat-jurnalistik-angkatan-24/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKS Kembali Usung Ahmad Heryawan pada Pilgub Jabar</title>
		<link>http://puijabar.com/pks-kembali-usung-ahmad-heryawan-pada-pilgub-jabar</link>
		<comments>http://puijabar.com/pks-kembali-usung-ahmad-heryawan-pada-pilgub-jabar#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 12:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puijabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad heryawan]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub jabar]]></category>
		<category><![CDATA[pks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat menyatakan telah bersikap untuk kembali mengusung Gubernur Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Pemilihan Gubernur<br /><br /><a href="http://puijabar.com/pks-kembali-usung-ahmad-heryawan-pada-pilgub-jabar">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://puijabar.com/pks-kembali-usung-ahmad-heryawan-pada-pilgub-jabar/ahmad-heryawan-2" rel="attachment wp-att-196"><img class="alignleft size-medium wp-image-196" title="ahmad-heryawan" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2012/01/ahmad-heryawan1-200x181.jpg" alt="" width="200" height="181" /></a>Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat menyatakan telah bersikap untuk kembali mengusung Gubernur Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2013.</p>
<p>&#8220;Kami bulat untuk mengusung kembali Pak Ahmad Heryawan di Pilgub Jabar 2013 mendatang,&#8221; kata Ketua DPW PKS Jawa Barat Tate Qomarudin, usai menghadiri Rakerda II DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, di Hotel Horison Bandung, Senin.</p>
<p>Menurut Tate, seluruh kader dan pengurus di tingkat provinsi dan pusat sudah menyepakati Ahmad Heryawan untuk di Pilgub Jabar mendatang.</p>
<p>&#8220;Tingkat provinsi seluruh kader mendukung Ahmad Heryawan untuk jadi gubernur lagi. Tingkat pusat juga ok, tinggal administrasi saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Tate mengatakan, alasan pihaknya kembali mengusung Ahmad Heryawan untuk memimpin Provinsi Jawa Barat karena keberhasilan dirinya dalam memimpin Jawa Barat.</p>
<p>&#8220;Selain karena keberhasilannya Pak Heryawan, alasan kedua, ketiga, keempat ialah keberhasilan juga,&#8221; ujar Tate.</p>
<p>Dia mengatakan, nama Ahmad Heryawan berhasil mengalahkan sembilan nama calon internal dari PKS untuk berlaga di Pilgub Jabar.</p>
<p>&#8220;Dua bulan lalu ada pemilu internal dan sudah selesai, kita sudah melakukan penjaringan di internal. Ada 10 calon namun yang unggul itu Pak Heryawan. Kalau calon itu banyak dulu, ada saya, Pak Nur Suprianto Wakil Ketua DPRD Jabar, mantan ketua dan pengurus,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketika ditanyakan ada kesan pengusungan Ahmad Heryawan untuk dijadikan kepala daerah di Pilgub Jabar 2013 dilakukan secara diam-diam, Tate Qomarudin membantah hal tersebut. &#8220;Ngak diam-diam kok,&#8221; katanya. (ANTARA).*</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/pks-kembali-usung-ahmad-heryawan-pada-pilgub-jabar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo, Jadi Mujahid Media!</title>
		<link>http://puijabar.com/ayo-jadi-mujahid-media-2</link>
		<comments>http://puijabar.com/ayo-jadi-mujahid-media-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 13:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puijabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah bil qolam]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[mujahid]]></category>
		<category><![CDATA[mujahid media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Oleh ASM. ROMLI Tidak ada yang meragukan peran media massa dalam efektivitas penyebaran informasi. Tidak ada pula yang meragukan betapa besarnya atau “powerful” pengaruh media<br /><br /><a href="http://puijabar.com/ayo-jadi-mujahid-media-2">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puijabar.com/ayo-jadi-mujahid-media-2/romel" rel="attachment wp-att-186"><img class="alignleft size-full wp-image-186" title="romel" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2012/01/romel.png" alt="" width="202" height="250" /></a>Oleh <strong>ASM. ROMLI</strong></p>
<p>Tidak ada yang meragukan peran media massa dalam efektivitas penyebaran informasi. Tidak ada pula yang meragukan betapa besarnya atau “powerful” pengaruh media dalam membentuk opini publik, pendapat umum, atau memengaruhi pemikiran dan sikap masyarakat.</p>
<p>Sudah “terlalu banyak” contoh atau bukti, sebuah tulisan dapat “mengubah dunia” dan menggerakkan orang untuk berpikir dan bersikap terhadap sesuatu. Contoh terbaru adalah “gejolak dunia Arab” –revolusi Tunisia dan Mesir yang diikuti pergolakan di Bahrain, Yaman, Maroko, dan Libya— yang digerakkan melalui tulisan di Facebook dan Twitter.</p>
<p>Contoh sekaligus “bukti klasik”-nya adalah kasus Amerika Serikat (AS). Berkat penguasaan media, Zionis Yahudi menjadi penguasa sesungguhnya di negara itu. Hasil kajian “National Vanguard Books” bertajuk “Who Rules America?” menunjukkan, kaum Yahudilah yang menjadi penguasa sejati Amerika.</p>
<p>Lewat media massa, kaum Yahudi mampu mengendalikan pemikiran dan sikap warga Amerika dan warga dunia umumnya. Kekuatan lobi Yahudi yang terkenal itu pun berkat kekuatan media.</p>
<p>“Kapan pun Anda menonton televisi, sekalipun stasiun penyiaran lokal yang kecil atau via televisi kabel atau satelit; kapan pun Anda menonton film feature di teater atau di rumah; kapan pun Anda mendengarkan radio atau musik rekaman; kapan pun Anda baca surat kabar, buku, atau majalah –semua informasi atau hiburan yang Anda terima itu diproduksi dan/atau disebarkan oleh media-media milik orang Yahudi,” demikian salah satu kesimpulan kajian yang dimuat di situs <em>natall.com</em>.</p>
<p>Sikap Islamophobia, anti-masjid, anti-jilbab, anti-cadar, anti-syariat Islam, dan sejenisnya di masyarakat Barat (Eropa dan Amerika) dewasa ini juga digerakkan oleh tulisan-tulisan di media massa.</p>
<p>Masyarakat Barat umumnya mengetahui dan memahami Islam dan kaum Muslim dari pemberitaan media, juga tulisan-tulisan para orientalis anti-Islam, bukan dari sumbernya langsung (Quran-Hadits) ataupun berinteraksi langsung dengan kaum Muslimin.</p>
<p>Wajar jika Karen Armstrong –penulis buku Muhammad Prophet for Our Time— mengeluh:</p>
<p>”Padahal jika Barat memahami Islam langsung dari sumbernya, tidak terpengaruh oleh segala opini negatif yang ada saat ini serta jujur terhadap sejarah maka merekapun akan menyadari bahwa segala prasangka mereka kepada Islam adalah salah.”</p>
<p>Menurut survei Gallup World Religion Survey (2010), warga Amerika Serikat punya prasangka buruk terhadap orang Islam dan 63% memiliki sedikit atau tidak punya pengetahuan tentang Islam. “Mayoritas orang Amerika (53%) juga tidak menyukai Islam,” demikian salah satu kesimpulan survei (Associated Press, 21/1/2010).</p>
<p><strong>SAAT </strong>ini sangat banyak buku dan artikel keislaman, juga media-media Islam, utmanya media online. Namun, rupanya itu belum cukup, masih kalah secara kualitas maupun kuantitas dengan media yang “tidak bersahabat” dengan Islam.</p>
<p>Akibatnya, yang masih dominan tampil atau “dimunculkan” adalah Islam dan Muslim “versi mereka”, bukan “versi kita”.</p>
<p>Media-media Islam itu mungkin belum ditangani secara profesional, dalam pengertian secara teknis jurnalistik dan manajemen media, yang berakar masalah dari “masalah klasik”: minim dana dan SDM.</p>
<p>Hingga kini saya masih “menduga”, kesadaran bermedia dan berdakwah lewat tulisan masih kurang di kalangan umat Islam, termasuk di kalangan aktivis ormas Islam dan aktivis masjid. Hampir semua organisasi Islam punya media, minimal blog, tapi masih “miskin update”.</p>
<p>Kehadiran Facebook dan Twitter memperparah keadaan. Budaya menulis pelan-pelan, sadar atau tidak sadar, makin terpuruk dan tenggelam. Aktivis dakwah lebih suka “menulis supersingkat” di akun FB/Twitter, ketimbang di blog atau situs organisasinya!</p>
<p>Kita rupanya belum tersadarkan oleh “manhaj dakwah” para ulama terdahulu (salaf), yakni menulis (bil qolam) selain dengan ceramah/khotbah (bil lisan). Tulisan atau buku-buku karya mereka dapat kita nikmati hingga kini. Nama mereka pun terus populer dan akrab di kalangan umat, seakan-akan mereka masih ada, karena pemikirannya tetap menjadi acuan.</p>
<p>Seorang ulama yang populer semasa hidupnya, lambat-laun akan “tenggelam” namanya di kalangan umat, jika ia tidak “mewariskan ilmu” dalam bentuk karya tulis (buku).</p>
<p>Tidak semuanya harus demo, tapi harus ada yang mengabarkan aksi demo itu kepada dunia lewat tulisan (berita). Nasihat atau materi penceramah di masjid atau majelis taklim, dapat diterima pula oleh mereka yang tidak hadir, jika salah seorang jamaah yang hadir menuliskan dan menyebarkannya melalui media. “Hendaklah yang hadir menyampaikannya kepada yang tidak hadir,” demikian sabda Nabi Saw. <em>“Ayyuballighul hadirul ghaiba”.</em></p>
<p>Allah SWT mengingatkan:</p>
<p><em>”Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”</em> (QS. At-Taubah:122).</p>
<p>Jangan semua ikut perang, sebagian harus tinggal dan “menjaga ilmu agama”. Jangan semua demo, sebagian harus menuliskan substansi atau pesannya dan mengabarkan pesannya kepada publik. Betul tidak….? Ayo, jadi mujahid media! Mujahid da’wah bil qolam! <em>Wallahu a’lam</em>. (<em>ASM. Romli/www.romeltea.com</em>).*</p>
<p><em>– Tulisan ini dimuat di <strong>Majalah Hidayatullah</strong> Edisi Agustus 2011.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/ayo-jadi-mujahid-media-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Peran Sosial Ekonomi</title>
		<link>http://puijabar.com/tingkatkan-peran-sosial-ekonomi-2</link>
		<comments>http://puijabar.com/tingkatkan-peran-sosial-ekonomi-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 12:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puijabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[heryawan]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Oleh H. Ahmad Heryawan PERSATUAN Ummat Islam (PUI) harus terus memiliki peran nyata di dalam masyarakat.  Kita perlu meningkatkan peran sosial dan ekonomi PUI. Sudah<br /><br /><a href="http://puijabar.com/tingkatkan-peran-sosial-ekonomi-2">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puijabar.com/tingkatkan-peran-sosial-ekonomi-2/ahmad-heryawan" rel="attachment wp-att-176"><img class="alignleft size-full wp-image-176" title="ahmad heryawan" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2012/01/ahmad-heryawan.jpg" alt="" width="152" height="146" /></a>Oleh <strong>H. Ahmad Heryawan</strong></p>
<p>PERSATUAN Ummat Islam (PUI) harus terus memiliki peran nyata di dalam masyarakat.  Kita perlu meningkatkan peran sosial dan ekonomi PUI. Sudah saatnya, PUI dikenal di masyarakat melalui gerakan sosial dan ekonominya. Saat ini lembaga pengelola zakat lebih bernilai di mata masyarakat dibandingkan ormas karena lembaga zakat lebih nyata perannya dalam membantu masyarakat.</p>
<p>Namun, tidak hanya gerakan sosial dan ekonomi yang ingin ditingkatkan PUI, tapi sektor pendidikan yang selama ini digarap PUI juga harus terus dijalankan. PUI memang selama ini fokus di bidang pendidikan. Namun, saat itu PUI melebarkan peran yang dimainkannya, yaitu dalam bidang sosial dan ekonomi.</p>
<p>Alasan utama mengapa PUI mesti menguatkan perannya di bidang sosial adalah banyaknya peran sosial yang saat ini diabaikan ormas Islam. Kita optimistis, bila ormas Islam mengambil peran itu, akan lebih bisa diterima masyarakat. Dengan demikian, ormas Islam kembali menjadi gerbong kekuatan masyarakat.</p>
<p>Kiprah ekonomi PUI di dalam masyarakat juga merupakan hal yang penting sebab akan ada cerita yang berbeda jika persoalan ekonomi bangsa bisa dituntaskan melalui campur tangan ormas Islam yang membawa misi dakwah.</p>
<p>Tentu jika ormas Islam ikut serta dalam menyelesaikan masalah ekonomi di dalam masyarakat, bangsa ini akan lebih sejahtera dan berkeadilan. &#8216;Warga PUI diharapkan mampu menyatukan pandangan dalam mengoptimalkan peran di dalam masyarakat.</p>
<p>Telah lama PUI memainkan perannya dalam bidang pendidikan dan dakwah. Ini terbukti dengan ribuan lembaga pendidikan yang dimiliki PUI dari tingkat raudlatul athfal, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Dengan kenyataan demikian, PUI telah memiliki modal besar sejak ormas ini lahir di Bogor pada 5 April 1952. Kini PUI juga telah menyebar ke sejumlah wilayah. PUI ada di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan Yogyakarta. Selain itu, PUI juga memiliki kepengurusan di luar Jawa, yaitu di Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Aceh, Riau, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.</p>
<p>Di sisi lain, telah terjadi regenerasi di dalam tubuh PUI. Dalam kepengurusannya yang akan berakhir pada Desember 2009 ini, sejumlah perbaikan dan regenerasi telah kita upayakan. Kita berharap, ke depan PUI akan lebih baik. Pada akhir tahun ini juga kita menyelenggarakan Muktamar untuk membentuk kepengurusan baru periode 2009-2014.</p>
<p>Menyongsong usia satu abad pada 2011, PUI menghadapi tantangan kaderisasi dan peningkatan jaringan. Selain itu, kita juga dituntut memperkuat peran sosial berupa pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>PUI ke depan harus berperan sesuai dengan pemahaman keislaman yang benar, yakni dengan memberikan kedamaian dan memberdayakan masyarakat. Persoalan masyarakat masa kini menjadi tantangan bagi seluruh kader PUI. Masalah kemiskinan harus dijawab dengan peningkatan kesejahteraan. Kebodohan harus diperangi melalui pendidikan.</p>
<p>Untuk menciptakan gerakan PUI yang tidak sekadar menjalankan rutinitas program, kita membutuhkan kaderisasi kepengurusan, baik di tingkat pusat, wilayah maupun daerah agar dapat memberikan gerakan yang nyata untuk kepentingan rakyat Indonesia, khususnya umat muslim Indonesia.*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/tingkatkan-peran-sosial-ekonomi-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperkuat Tradisi Pemikiran di PUI</title>
		<link>http://puijabar.com/memperkuat-tradisi-pemikiran-di-pui</link>
		<comments>http://puijabar.com/memperkuat-tradisi-pemikiran-di-pui#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 13:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puijabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ahmadie Thaha Seiring perkembangan dakwah pasca reformasi, dengan peluang-peluang dakwah yang semakin luas dan terbuka sehingga maka misi dakwah memiliki prospek yang baik di<br /><br /><a href="http://puijabar.com/memperkuat-tradisi-pemikiran-di-pui">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh <strong>Ahmadie Thaha</strong></p>
<p>Seiring perkembangan dakwah pasca reformasi, dengan peluang-peluang<br />
dakwah yang semakin luas dan terbuka sehingga maka misi dakwah<br />
memiliki prospek yang baik di masa depan. Pada sisi lain PUI sebagai<br />
ormas Islam dengan segala keterbatasannya, perlu mensikapi dan<br />
menangkap peluang dakwah tersebut sebagai lahan amaliah yang potensial<br />
untuk berfastabiqul khairat. Era globalisasi dan informasi tentu akan<br />
berefek luas bagi tantangan dakwah kedepan. PUI sebagai ormas dakwah<br />
perlu mengantisipasi efek perkembangan tersebut dengan meningkatkan<br />
kualitas SDM dan organisasinya, tanpa itu semua, pada saatnya nanti<br />
PUI hanya akan menjadi bagian dari sejarah tentang kejayaan masa<br />
lalunya saja.</p>
<p>Belajar dari perkembangan ormas Islam di Indonesia, terutama pasca<br />
kemerdekaan mengalami pasang surut yang cukup memprihatikan, baik<br />
perkembangan secara dakwah, pendidikan maupun politik. Selain NU dan<br />
Muhammadiyah, kita mengenal SI, PUI, Muhamadiyyah, NU, Persis,<br />
Mathlaul Anwar, Alwasliyyah, Al-Irsyad, Perti, dll. Sayangnya,<br />
ormas-ormas tersebut secara dakwah perannya di masyarakat semakin<br />
surut, bahkan nyaris seruan dakwahnya tidak terdengar. Berbeda dengan<br />
gerakan dakwah Muhamadiyyah dan NU yang memiliki eksistensi cukup<br />
baik. Meski demikian, peran politik yang dilakukan Muhamadiyyah<br />
membidani lahirnya PAN dan NU membidani PKB dalam perkembangannya<br />
belum bisa membantu dalam meredam konflik PAN dan PKB yang terus<br />
berkepanjangan. Alhasil, perlahan-lahan memberikan citra yang kurang<br />
baik terhadap Muhamadiyyah dan NU itu sendiri.</p>
<p><strong>Pengembangan Pemikiran</strong></p>
<p>PUI sebagai bagian dari gerakan Islam, secara doktrin dan kulturnya<br />
memiliki potensi untuk bisa berperan dan berkontribusi lebih besar<br />
terhadap dakwah di Indonesia. Tentu itu semua perlu peningkatan<br />
kualitas SDM PUI yang selalu kreatif melakukan inovasi-ivovasi baru,<br />
untuk mendesain dan mengemas kembali PUI. Doktrin Intisab dan Ishlahus<br />
Tsamaniyyah masih perlu dikembangkan dan dijabarkan kembali oleh<br />
tangan-tangan kreatif kader PUI. Bukan hanya karena persoalan komitmen<br />
Intisab, masalah rutinitas yang tidak berkembang ke arah yang lebih<br />
baik. Begitu juga kultur pemikiran kader PUI yang belum terkembangkan<br />
secara optimal, karena amaliah dakwah di era globalisasi saat ini<br />
menuntut pemikiran dan ijtihad PUI yang lebih kreatif untuk kemajuan<br />
PUI ke depan, tanpa memiliki basis kultur pemikiran yang kokoh, PUI<br />
akan semakin sulit berkembang. Pintu ijtihad tidak akan tertutup<br />
selama idealisme masih kita miliki.</p>
<p>Sejauh ini PUI memiliki forum Mudzakarah Islahus Tsamaniyyah yang<br />
merupakan sarana pencerahan pemikiran dan pengembangan intelektual<br />
kader dan pengurus PUI. Dengan forum ini seluruh potensi pemikiran dan<br />
intelektual kader PUI dapat terkembangkan dan saling memberikan<br />
kontribusi, yang pada akhirnya selain akan bermanfaat bagi kader PUI,<br />
juga dengan sendirinya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar<br />
bagi PUI kedepan. Secara kelembagaan, forum pemikiran seperti ini<br />
seakan menegaskan keberadaan PUI dalam dinamika keormasan Indonesia.<br />
Perlahan-lahan, eksistensi PUI kian diperhitungkan sebagai ormas yang<br />
berkontribusi terhadap pengembangan pemikiran keislaman dan<br />
kebangsaan. Pencitraan terhadap PUI yang dianggap ’sebelah mata’ oleh<br />
komponen bangsa yang lain, akan hilang dengan sendirinya jika jamaah<br />
PUI mampu mengakselerasi pemikirannya melalui forum intelektual<br />
seperti ini.</p>
<p>Keberadaan perlunya forum Mudzakarah ini, sebetulnya selalu<br />
diwacanakan dalam Muktamar PUI maupun diskusi-diskusi. Forum ini<br />
digagas bukan sekadar hanya tuntutan saja, tapi juga kebutuhan<br />
”darurat” untuk mengembangkan kultur pemikiran di PUI, sehingga<br />
apabila stok pemikiran kader PUI selalu kreatif mengalir, maka dengan<br />
sendirinya kerja-kerja amaliah PUI akan memberikan kontribusi yang<br />
lebih besar bagi ummat dan bangsa ke depan. Kejayaan peradaban suatu<br />
ummat, selain diawali dengan penanaman ideologi yang kokoh, yang<br />
kemudian dilanjutkan dengan basis pemikiran intelektual yang kokoh dan<br />
solid, yang pada akhirnya akan memberikan kekuatan energi amaliahnya<br />
bagi ummat.</p>
<p><strong>Penguatan Lembaga</strong></p>
<p>Pada pemaparan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa keberadaan forum<br />
Mudzakarah Islahus Tsamaniyyah memberikan penguatan secara<br />
kelembagaan, yaitu menegaskan eksistensi PUI sebagai ormas yang harus<br />
diperhitungkan dalam pentas dakwah nasional. Hal lebih strategis juga<br />
adalah forum tersebut mampu meningkatkan kapasitas intelektual bagi<br />
setiap jamaah PUI. Ada ruang artikulasi intelektual yang berkembang di<br />
wadah PUI bagi setiap anggota dan pengurusnya.</p>
<p>Dalam konteks kekinian, jika forum pengembangan pemikiran tersebut<br />
dapat dioptimalkan oleh jamaah PUI, hal itu merupakan sebuah indikator<br />
bahwa PUI memiliki modal sosial berupa modal intelektual. Modal<br />
intelektual merupakan asset sekaligus kekayaan berharga bagi sebuah<br />
komunitas yang tak terlihat (a tangible asset). Modal intelektual<br />
berbeda dengan berbagai jenis modal yang berbentuk fisik seperti<br />
bangunan, pabrik, mesin maupun tanah. Adanya akselerasi pengembangan<br />
pemikiran di PUI dapat membuktikan bahwa PUI merupakan sebuah ormas<br />
yang dinamis karena memiliki modal intelektual yang tinggi.*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/memperkuat-tradisi-pemikiran-di-pui/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urgensi Amal dan Mengakhiri Ketidakberdayaan</title>
		<link>http://puijabar.com/urgensi-amal-dan-mengakhiri-ketidakberdayaan</link>
		<comments>http://puijabar.com/urgensi-amal-dan-mengakhiri-ketidakberdayaan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 15:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puijabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[eka hardiana]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[urgensi amal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Oleh EKA HARDIANA Sesungguhnya penegakkan agama Allah di atas bumi merupakan perkara yang mulia dan besar. Amal itu merupakan amal para Nabi, Rasul dan para<br /><br /><a href="http://puijabar.com/urgensi-amal-dan-mengakhiri-ketidakberdayaan">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2011/11/eka-hardiana.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-123" title="eka hardiana" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2011/11/eka-hardiana.jpg" alt="" width="139" height="160" /></a>Oleh <strong>EKA HARDIANA</strong></p>
<p>Sesungguhnya penegakkan agama Allah di atas bumi merupakan perkara yang mulia dan besar. Amal itu merupakan amal para Nabi, Rasul dan para Reformis (MUSHLIH), dalam kafilah penuh cahaya yang panjang sejak Nabi Adam sampai hari kiamat.</p>
<p>Orang yang tergabung dalam kelompok itu akan mendapatkan kemuliaan besar, sedangkan orang yang tertinggal dari kelompok itu terlewatkan banyak kebaikan.</p>
<p>Allah memberi orang-orang yang beramal kecukupan yang besar di dunia dan akhirat. Allah menguatkan dan menolong mereka di dunia, mengikat hati mereka, menyinari jalan mereka dan menghalau godaan setan. Allah berfirman,&#8221;Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.&#8221;(QS;Muhammad[47]:7).</p>
<p>Sedang di akhirat derajat-derajat tinggi dikhususkan untuk mereka, berteman dengan para Nabi merupakan ganjaran mereka, melihat Dzat Tuhan secara berulang-ulang merupakan nikmat paling besar yang bisa mereka nikmati di surga.</p>
<p>Ketahuilah, orang yang beramal itu tidak lain beramal untuk dirinya sendiri demi mencari kebaikan dan derajat yang tinggi. Dan orang tak berdayaguna itu tidak lain menganiaya diri sendiri dengan menyia-nyiakan kebaikan dan martabat.</p>
<p>Allah SWT berfirman,&#8221;Dan barangsiapa yang beramal shaleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan tempat yang menyenangkan.&#8221;(QS;Ar-Rum[30]:44).</p>
<p>Orang yang beramal akan diganjar oleh Allah, akan melihat hasil amalnya, serta berbahagia di dunia sebelum di akhirat nanti. Allah berfirman, &#8220;Dan katakanlah,&#8217;Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu&#8217;.&#8221; (Qs;At-Taubah[9]:105).</p>
<p>Kehidupan orang tak berdayaguna selalu berada antara malas, kejemuan, was-was, tidak menentu arah, tertekan dan gampang rapuh, hingga ajal menjemput pun keberadaanya tetap tidak berubah. Sedangkan orang beramal adalah orang yang menentukan jalannya sejarah dan yang menyediakan lembaran-lembaran sejarah untuk mencatat riwayat hidup dan peninggalan-peninggalannya.</p>
<p>Sedangkan TSIQAH(baca: orang yang diberi kepercayaan oleh orang lain, dalam hal agama, perilaku, dan akal. Kepercayaan ini diberikan karena dianggap mampu atau memiliki kelayakan yang mencukupi untuk diserahi tugas. Sedangkan dalam bidang dakwah di jalan Allah SWT, kelayakan itu berarti mampu menangani berbagai tugas dakwah ilallah di setiap tahapan) yang tak berdayaguna hidup di pinggir lembaran sejarah.</p>
<p>Ia tidak mengetahui bagaimana cara membaca segala kejadian dan mengambil faedah dari kejadian itu, alih-alih mempengaruhinya. Ia terpaku di tempatnya hingga ajal menjemputnya, tanpa seorang pun mengenal dirinya, tanpa ada penduduk langit atau pun bumi menangisi kepergiannya.</p>
<p>Orang yang mengamati segala peristiwa sejarah semenjak Nabi Adam as. hingga zaman kita sekarang, pasti meyakini tidak ada tempat bagi orang yang tak berdayaguna di dalam sejarah. Lain halnya bagi oang-orang tsiqah yang beramal; mereka saling berkompetisi dalam mencapai puncak kemuliaan, yaitu keridhaan Allah SWT&#8230;(Kitab &#8220;Ajzuts-Tsiqat, karya Dr. Muhammad bin Hasan bin Aqil Musa Syarif).*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/urgensi-amal-dan-mengakhiri-ketidakberdayaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PW. Wanita PUI Jabar Adakan Pelatihan  Kompetensi Kepala Sekolah &amp; Guru TK</title>
		<link>http://puijabar.com/pw-wanita-pui-jabar-adakan-pelatihan-kompetensi-kepala-sekolah-guru-tk</link>
		<comments>http://puijabar.com/pw-wanita-pui-jabar-adakan-pelatihan-kompetensi-kepala-sekolah-guru-tk#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 05:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aminullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Wanita PUI]]></category>
		<category><![CDATA[PD PUI]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>
		<category><![CDATA[wanita PUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[PW. Wanita Persatuan Ummat Islam (PUI) Jawa Barat mengadakan acara Pelatihan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru TK tingkat Jawa Barat yang bertempat di gedung Islamic<br /><br /><a href="http://puijabar.com/pw-wanita-pui-jabar-adakan-pelatihan-kompetensi-kepala-sekolah-guru-tk">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2009/03/logo-pui.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-12" title="logo-pui" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2009/03/logo-pui-300x296.png" alt="" width="164" height="172" /></a>PW. Wanita Persatuan Ummat Islam (PUI) Jawa Barat mengadakan acara Pelatihan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru TK tingkat Jawa Barat yang bertempat di gedung Islamic Centre Kab. Sukabumi, sabtu-Ahad ( 22-23 Oktober 2011).</p>
<p>Acara tersebut di buka oleh Bupati Kab. Sukabumi Drs. Sukma Wijaya, M.Si, turut hadir sekaligus pembicara Istri Gubernur Jawa Barat Hj. Netty Prasetyani, M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat.</p>
<p>Peserta dihadiri 300 orang dari daerah Cianjur, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Bogor dan Kab. Bogor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/pw-wanita-pui-jabar-adakan-pelatihan-kompetensi-kepala-sekolah-guru-tk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Badan Pekerja Majelis Syuro PP PUI Adakan Rapat</title>
		<link>http://puijabar.com/badan-pekerja-majelis-syuro-pp-pui-adakan-rapat</link>
		<comments>http://puijabar.com/badan-pekerja-majelis-syuro-pp-pui-adakan-rapat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 04:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aminullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita PW]]></category>
		<category><![CDATA[Majlis Syuro]]></category>
		<category><![CDATA[PP PUI]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>
		<category><![CDATA[PUI Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Badan Pekerja Majlis Syuro PP PUI adakan rapat bersama seluruh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PUI se- Indonesia yang bertempat di Villa Jenderal Cibodas Lembang Kab.<br /><br /><a href="http://puijabar.com/badan-pekerja-majelis-syuro-pp-pui-adakan-rapat">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2011/11/muswilpui.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-96" title="muswilpui" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2011/11/muswilpui.jpg" alt="" width="276" height="180" /></a>Badan Pekerja Majlis Syuro PP PUI adakan rapat bersama seluruh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PUI se- Indonesia yang bertempat di Villa Jenderal Cibodas Lembang Kab. Bandung Barat, hari Sabtu-Ahad, 26-27 November 2011.</p>
<p>Rapat Akan membahas berbagai persoalan yang menyangkut kemajuan organisasi Persatuan Ummat Islam (PUI). Dari PP PUI yang hadir antara lain Wakil Ketua Majlis Syuro PUI KH.M. Rifa&#8217;i, Sekretaris Majlis Syuro H. Nazar Haris, Ketua Dewan Pertimbangan PP PUI KH. Anwar Shaleh, Ketua DPP PUI H. Nurhasan Zaidi,ketua PP Wanita PUI Hj. Mimi,  Ketua Dewan pertimbangan PW PUI Jabar H.Djadja Djahari, Ketua Dewan Syari&#8217;ah PW PUI Jabar H. Endang Soetari, Sekretaris Dewan Sya&#8217;riah PW PUI Jabar H. Ending Solehuddin, Ketua Bidang Dakwah DPW PUI Jabar H. Muh. Fauzan Zaenuri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/badan-pekerja-majelis-syuro-pp-pui-adakan-rapat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PW PUI Jabar Hadiri Milad Yayasan Ishlahul Ummah Bogor</title>
		<link>http://puijabar.com/pw-pui-jabar-hadiri-milad-yayasan-ishlahul-ummah-bogor</link>
		<comments>http://puijabar.com/pw-pui-jabar-hadiri-milad-yayasan-ishlahul-ummah-bogor#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 04:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aminullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar PD]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[iding]]></category>
		<category><![CDATA[jabar]]></category>
		<category><![CDATA[nurhali]]></category>
		<category><![CDATA[pd]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puijabar.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Umum PW PUI Jabar HM. Iding Bahrudin menghadiri acara Milad Yayasan Ishlahul Ummah Kabupaten Bogor, Sabtu (26/11/2011), bersama Ketua Biro Organisasi H. Nurhali Ahsan.<br /><br /><a href="http://puijabar.com/pw-pui-jabar-hadiri-milad-yayasan-ishlahul-ummah-bogor">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2011/11/iding-bahrudin.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-148" title="iding bahrudin" src="http://puijabar.com/wp-content/uploads/2011/11/iding-bahrudin-279x300.jpg" alt="" width="127" height="137" /></a>Ketua Umum PW PUI Jabar HM. Iding Bahrudin menghadiri acara Milad Yayasan Ishlahul Ummah Kabupaten Bogor, Sabtu (26/11/2011), bersama Ketua Biro Organisasi H. Nurhali Ahsan. Yayasan tersebut berada dalam naungan PD PUI Kab. Bogor. Menurut rencana, acara tersebut akan dihadiri pula oleh Gubernur Jabar yang juga Ketua Majelis Syuro PP PUI H. Ahmad Heryawan, Ahad (27/11).*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puijabar.com/pw-pui-jabar-hadiri-milad-yayasan-ishlahul-ummah-bogor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

